Posted by: printin9 | September 26, 2009

genteng

Membuat Genteng Sendiri Bukanlah merupakan suatu hal yang sulit, namun dalam prosesnya diperlukan ketelitian dan kesabaran. Proses pembuatan genteng pun tidak serta merta, tetapi melalui suatu proses atau tahapan. Membuat Genteng dimulai dari dengan Mencangkul tanah lempung sebagai bahan dasar untuk dibawa ke tempat penggilingan tanah, biasanya untuk membawa tanah dari tempat mengambil tanah tersebut ke tempat penggilingan digunakan mobil bak kecil atau secara manual menggunakan Gledekan (istilah di tempat itu). Tanah Tersebut kemudian di timbun dan sebelum digiling diberi air terlebih dahulu, agar mudah dalam penggilingan nanti. Terlihat seperti Gambar dibawah ini:


Pemberian air ini tidak boleh berlebihan karena nanti pada saat digiling, kualitas lempung hasil gilingan kurang baik atau terlalu lembek atau juga terlalu berair. Setelah tanah lempung sudah disiapkan saatnya dilakukan penggilingan, penggilingan dilakukan dengan bantuan alat mesin, disini disebut sebagai Selepan Lempung. Gambarnya seperti ini :


Dalam Proses penggilingan, biasanya ada dua orang pekerja, satu yang bertugas memasukkan lempung ke papan penggilingan, alat yang digunakan biasanya cikrak, pacul, dan ganco, sedangkan pekerja yang satunya mengangkat tanah lempung yang sudah di giling untuk ditaruh ditempatnya. Tanah yang sudah digiling akan ditaruh disuatu tempat dengan di tumpuk – tumpuk menjadi kotak persegi yang besar dan biasa disebut sebagai Gemuk’an. Ini dia gambar sebuah mesin giling yang sedang bekerja.


Gambar diatas menunjukkan hasil gilingan dari tanah liat yang berbentuk tipis melebar ini, setelah mengumpul banyak, oleh pekerja yang mengangkut, lempung tersebut akan dibuat seperti bola kemudian diangkat menuju gemuk’an. Seperti gambar dibawah ini :

Terlihat gambar diatas seorang pekerja yang sedang mamanggul lempung. Lempung tadi ditumpuk – tumput menjadi bentuk kotak besar yang telah disebutkan sebelumnya yaitu Gemuk’an, pada saat proses penumpukan, lempung tadi diratakan dengan menggunakan kaki, seperti pada gambar yang terlihat berikut ini :

Setelah penggilingan selesai dilakukan, maka proses selanjutnya adalah membuat batan, batan adalah lempung yang dibuat bulat- bulat seukuran bola sepak yang kecil yang bertujuan untuk mempermudah dalam proses pencetakan. Biasanya bentuknya bulat dan ada yang kotak, ukuran satu batan diusahakan pas dengan banyak bahan yang dibutuhkan untuk membuat satu buah genteng, agar nanti saat di press atau dicetak sisa dari batan tersebut tidak terlalu banyak, sisa – sisa tersebut biasanya diakumulasi kemudian dibuat lagi menjadi batan. Gambar batang seperti ini :


setelah selesai membuat batan, kemudian dilakukan proses pencetakan klo disini disebut sebagai proses cepet (sehingga disebut genteng cepet) caranya dengan memasukkan bola batan tadi kedalam alat pres, alat press tersebut ditekan dengan menggunakan linggis dengan prinsip torsi, seperti terlihat dalam gambar berikut :

Setelah dipress tentu saja tepi – tepi dari cetakan tersebut masih belepotan, maka untuk membuang sisi – sisi yang belepotan digunakan nampan, caranya adalah setelah dipress cetakan diangkat kemudian dipasang nampan dicetakan diatas cetakan yang bawah, kemudian cetakan dibalik, pada alat cetakan bagian bawah dapat diputar karena diberi engsel, kemudian diputar kebawah secara otomatis genteng hasil cetakan jatuh kedalam nampan, agar tidak lengket sebelum mencetak dasar dari cetakan bagian bawah dan atas diolesi sama minyak, minya yang digunakan biasanya adalah solar, atau minyak tanah. Gambar nampan seperti dibawah ini:


Penyangga dari nampan tersebut dapat berputas sehingga memudahkan dalam proses pembuangan sisa – sisa dari hasil press, untuk merapikan bagian yang tepi biasanya digunakan pisau. Seperti terlihat gambar berikut :

setelah dirapikan genteng yang masih basah ini ditarung di tempat yang namanya biasa disebut sebagai andang, genting ditaruh sedemikian rupa (berdiri), andang ini terbuat dari dari bambu, andang adalah tempat penyimpan sementara genting yang masih basah, setelah 2 atau 3 hari, genting yang sudah agak mengering harus dipanaskan dengan bantuan sinar matahari, orang disini biasanya menaruh dipelataran pada pagi hari dan ketika sore dimasukkan kembali, proses ini sangat tergantung pada cuaca, jika musim penghujan, kegiatan menjemur atau mepe ini akan sangat terganggu.


Gambar genteng yang ditata di andang. Sementara gambar proses penjemuran seperti ini :

Proses ini dilakukan sampai genteng – genteng betul – betul kering, genteng yang kering biasanya di simpan di Los, Los adalah tempat pembuatan genteng, setelah beberapa ribu genteng kering, genteng tersebut ditata kedalam ruang pembakaran yang biasa disebut Jobongan. Genteng yang kering tersebut ditata sedemikian rupa di dalam Jobongan proses ini disebut dengan Ngringgi, setelah ditata, pinggir – pinggir dari pintu untuk memasukkan genteng ke Jobongan di tutup dengan menggunakan Lumpur. Gambar situasi Jobongan seperti dibawah ini :

Gambar diatas adalah Jobongan dilihat dari pintu yang digunakan untuk memasukkan genteng kedalam Jobongan. Sementara jika Jobongan dilihat dari luar yaitu tempat memasukkan bahan bakar kayu gambarnya seperti ini :


Lubang ini memanjang dari ujung jobongan ke ujung yang lainnya, sehingga pada saat memberikan bahan bakar kayu, panasnya dapat merata di semua sisi. Dalam pembakaran diperlukan banyak pengalaman, banyak kejadian genteng diabagian bawah sudah molet hitam sementara genting dibagian atas masih belum matang, hal itu biasanya disebabkan oleh pemberian api yang terlalu besar. Pembakaran biasanya dilakukan sehari semalam atau melihat ciri-ciri khusus bila suatu genteng sudah matang. Setelah genteng matang, api dimatikan dan dibiarkan 3 sampai 4 hari agar panasnya hilang, setelah panasnya hilang genteng yang sudah matang siap ditata diluar untuk dipasarkan, proses pengambilan Genteng dari Jobongan disebut Umbal. Berikut hasil tatanan genteng matang yang siap untuk dipasarkan :



Gambar Genteng yang sudah ditata dan juga siap untuk dipasarkan………..!!!!!

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: