Posted by: printin9 | December 7, 2009

Takluk 0-2 dari Laos, Timnas Terancam Tersingkir

Timnas sepakbola U-23 terancam gagal ke babak semifinal SEA Games 2009. Hal ini terjadi setelah di partai kedua ‘Merah Putih’ takluk 0-2 dari tuan rumah Laos.

Dalam lanjutan laga Grup B di Stadion Chao Anouvong, Vientiane, Laos, Senin (7/12) timnas harus rela dibobol gawangnya dua kali oleh Lamno Singto, pada menit ke-66 dan 75.

Laga tersebut sempat diwarnai kericuhan antar pemain yang untungnya tak berlanjut lama setelah ofisial dari kedua tim serta petugas keamanan turun tangan.

Dengan hasil ini untuk sementara Indonesia menjadi juru kunci grup dengan nilai satu dari dua laga. Pada laga perdana, Boaz Solossa cs bermain imbang 2-2 dengan Singapura.

Laos dan Singapura yang menang 2-1 atas Myanmar di pertandingan keduanya berada di peringkat teratas dengan empat poin. Untuk lolos timnas tak hanya harus menang di laga pamungkas kontra Myanmar melainkan juga menggantungkan nasibnya pada tim lain.

Jika laga Laos dan Singapura berakhir imbang, maka timnas untuk kedua kalinya secara beruntun dalam dua SEA Games terakhir tak bisa melaju dari babak grup.

Menanggapi kekalahan itu, Manajer timnas Andi Darussalam Tabussalla mengaku kecewa dengan hasil ini. Andi menyoroti faktor lemahnya konsentrasi yang dimiliki timnya menjadi biang keladinya.

“Ada beberapa peluang yang terjadi di babak pertama, tetapi sayang tak satu pun menjadi gol. Di babak kedua, anak-anak yang seharusnya tampil tenang, malah sering gugup menghadapi serangan balik cepat Laos. Akibatnya, kita harus membayar mahal dengan dua gol Laos yang lahir dari serangan balik,” ujar Andi setelah pertandingan.

Namun Andi tidak serta merta menyalahkan kekalahan ini kepada pemain. Menurutnya, para pemain telah berjuang semaksimal mungkin. “Itulah sepakbola, harus ada yang menang atau yang kalah. Tetapi kami banyak belajar dari pertandingan ini untuk menyiapkan diri menghadapi Myanmar,” imbuhnya.

Ia mengaku hasil ini membuat peluang Indonesia ke semifinal sangat berat. Tapi itu semua tak membuat semangat Indonesia kendur untuk meraih hasil maksimal di laga hidup matinya melawan Myanmar.

“Itulah sepakbola. Peluang kami kini memang berat. Tetapi bukan berarti itu telah tertutup. Pokoknya kami harus bisa menang melawan Myanmar, tidak peduli berapa-berapa hasil pertandingan lain,” tegasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: