Posted by: printin9 | December 8, 2009

Profil Tim Grup C: Aljazair

Pelatih: Rabah Saâdane

Konfederasi: CAF

Peringkat FIFA (Nov 09): 28

Rekor Penampilan: 2 (1982, 1986)

ROAD TO AFRIKA SELATAN 2010

Perjalanan Aljzair menembus Piala Dunia ketiga mereka penuh liku. Pada babak kualfikasi, pasukan Rabah Saadane kalah dalam dua pertandingan pertama, melawan Senegal dan Gambia, masing-masing dengan skor 1-0. Tapi, Aljazair mampu bangkit dan kemenangan 3-2 atas Senegal di kandang memastikan langkah mereka ke babak kedua. Tak dijagokan, Aljazair berhasil memuncaki Grup C. Dalam lima pertandingan, Aljazair sukses mengumpulkan sepuluh poin. Pada pertandingan terakhir, Aljazair takluk di tangan tuan rumah Mesir 2-0 dalam suasana yang penuh kekisruhan. Hasil tersebut membuat Aljazair harus melalui babak play-off menghadapi lawan yang sama di Sudan. Akhirnya, gol tunggal Antar Yahia berhasil membawa Aljazair meraih tiket ke Piala Dunia tahun depan..

KEUNGGULAN

Kekuatan Aljazair terletak pada para pemain muda. Fennecs kekurangan semangat juang dan profesionalisme di masa lalu, tapi tidak sekarang. Saadane memiliki pilihan yang berlimpah. Para pemain pilihan pun memiliki semangat juang tinggi. Buktinya tampak pada babak pertama kualifikasi zona Afrika. Tampil lebih solid, lebih menyatu, dan terutama lebih menggigit, Karim Ziani dan kawan-kawan tak tertahankan. Salah satu korban mereka, tentu saja, juara Afrika Mesir.

YANG HARUS DIBENAHI

Salah satu faktor keberhasilan Aljazair adalah penampilan di kandang. Mereka masih harus memberi bukti bisa tampil sama baiknya di luar kandang. Selain itu, Fennecs belum memiliki seorang striker sejati. Abdelkader Ghezzal menderita cedera, Rafik Djebbour tidak terlalu kompetitif, sedangkan Rafik Saifi menua. Masalah ini harus cepat diatasi Saadane.

PELATIH

Saadane sangat berpengalaman di Piala Dunia. Pria berusia 67 tahun itu menjadi asisten Mahieddine Khalef pada Piala Dunia 1982 dan empat tahun kemudian menjadi pelatih tim. Saadane pula yang membawa Aljazair menembus Olimpiade 1980. Itu satu-satunya Olimpiade yang pernah diikuti Aljazair. Pengalaman tersebut yang membuat federasi Aljazair kembali mempercayakan tongkat kepelatihan kepada dirinya. Saaadane juga berpengalaman melatih di luar Aljazair, seperti Raja Casablanca, ES Sahel, dan timnas Yaman.

PEMAIN BINTANG

Antar Yahia (VfL Bochum): Meski tinggal di Mulhouse, Prancis, pemain ini berdarah asli Aljazair. Kemampuan Yahia sangat diandalkan di lini belakang Aljazair. Sudah 40 penampilan yang diukirnya plus lima gol untuk Fennecs sejak memulai debut 2004 silam. Pemain berusia 27 tahun ini layak tampil untuk klub yang lebih besar.

Karim Ziani (Vfl Wolfsburg): Pemain paling terkenal di tim Aljazair saat ini. Popularitas itu diraihnya berkat penampilan menjulang di Ligue 1 Prancis bersama serangkaian klub, seperti Troyes, Lorient, Sochaux, dan Olympique de Marseille sebelum bergabung ke Vfl Wolfsburg. Pemain berusia 27 tahun ini sudah bermain untuk Fennecs selama tujuh tahun. Penampilan rutin dan efektivitas permainan membuatnya jadi salah satu penentu dalam tim. Pada putaran kedua kualifikasi, Ziani terlibat dalam 80 persen gol yang dicetak Aljazair.

Rafik Saifi (Al Khor): Pemain ini dipanggil “abang” oleh rekan-rekan timnya. Wajar saja, Saifi adalah penyerang veteran berusia 34 tahun meski “hanya” tampil 55 kali untuk Fennecs. Kini, Saifi menjadi pemain penting bagi Saadane. Tampil sebagai pemain pengganti pada awal kualifikasi, Saifi mulai menemukan cara terbaik memberikan kontribusi bagi tim secara keseluruhan. Saifi sudah sepuluh tahun terakhir bermain di Ligue 1 Prancis. Kesempatan tampil di Piala Dunia, pertama sekaligus mungkin yang terakhir baginya, tentu takkan disia-siakan Saifi.

PERKIRAAN FORMASI TIM

MOMEN TERBAIK

Jika ditanyakan kepada masyarakat Aljazair, tentu momen terbaik Fennecs adalah di Gijon, 1982, ketika Jerman ditaklukkan 2-1. Tak dijagokan sebelum pertandingan, Aljazair mampu menjungkirbalikkan prediksi para pengamat. Kesuksesan itu merupakan kali pertama tim Afrika mampu mengalahkan wakil Eropa di Piala Dunia.

DI LUAR LAPANGAN

  • Aljazair merupakan negara terbesar kedua di Afrika. Di atas lapangan hijau, fans Aljazair tersebar di setiap penjuru dunia. Ketika menaklukkan Mesir, kebahagiaan juga muncul di Prancis, Inggris, Italia, Spanyol, Amerika Serikat, hingga Kanada.
  • Selama kualifikasi Piala Dunia, sebuah grup penyanyi merilis album didedikasikan untuk Aljazair yang laku bak kacang goreng. Grup tersebut bernama “Torino & Milano”. Pertanyaannya, tim mana yang dibela grup ini jika Aljazair berhadapan dengan Italia di Piala Dunia nanti?

TARGET PIALA DUNIA

Lolos ke Piala Dunia saja sudah pencapaian luar biasa bagi Aljazair. Mestinya mereka tampil tanpa beban di Afrika Selatan. Setidaknya, Fennecs harus berjuang membela kehormatan bendera negara mereka. Tentu Zaini dkk. takkan menyerah begitu saja untuk berjuang menembus babak kedua Piala Dunia.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: