Posted by: printin9 | December 14, 2009

Anfield Menunggu Benitez Mengundurkan Diri

Dalam sejarahnya, Liverpool nyaris tidak pernah memecat manajernya. Melihat kecenderungan itu, kans Rafa Benitez untuk dipecat kelihatannya kecil. Kecuali ia mengundurkan diri.

Sejak berdiri tahu 1892, Liverpool punya 18 orang yang pernah menjadi manajer. Statusnya beragam, dari manajer penuh, caretaker sampai dengan manajer bersama (joint manager).

Dari 18 nama itu, cuma seorang manajer yang tertimpa sial harus meninggalkan kursinya dengan sebuah surat pemecatan. Orang itu adalah Donald Welsh, yang menutup buku karirnya pada tahun 1956 setelah berkuasa di Anfield sejak 1951.

Selain Welsh, manajer-manajer Liverpool lainnya mengakhiri karirnya dengan berbagai cara. Mulai dari mengundurkan diri, pensiun, atau kontraknya habis.

Manajer teragung The Reds, Bill Shankly, mengakhiri karirnya di Anfield karena pensiun sebagai gaffer. Ia pensiun pada Juli 1974, nyaris 15 tahun sejak ia mulai menangani Anfield Gank pada Desember 1959.

Masa kepemimpinan pengganti Shankly, Bob Paisley, juga berakhir karena pensiun. Paisley, manajer dengan belasan titel untuk The Reds, pensiun pada tahun 1983. Pengganti Paisley, Joe Fagan, bertahan dua tahun sebelum pensiun.

Akibat alasan kesehatan, Kenny Dalglish mengundurkan diri sebagai manajer Liverpool di Februari 1991 dan lantas berniat pensiun. Namun pada bulan Oktober, Dalglish kembali ke dunia sepakbola dengan memanajeri Blackburn Rovers.

Selepas Dalglish, Liverpool dibesut caretaker Ronnie Moran. Di akhir musim, Moran menolak tawaran menjadi manajer penuh dan posisi itu akhirnya dijabat oleh Graeme Souness.

Souness ternyata hanya sanggup bertahan tiga tahun. Dengan cuma menghadirkan satu trofi Piala FA tahun 1992, Souness yang juga mantan pemain Liverpool mengundurkan diri tahun 1994.

Suksesor Souness adalah Roy Evans. Bulan Juli 1998, Evans ditemani oleh Gerard Houllier sebagai manajer bersama. Hanya empat bulan menjadi sekondan Houllier, Evans lantas mundur pada bulan November.

Houllier yang juga gagal mengangkat Liverpool ke prestasi tertinggi akhirnya mundur pada tahun 2004. ‘Si Merah’ lantas mendatangkan Rafa Benitez yang sukses bersama Valencia untuk dijadikan manajer baru.

Setelah sempat menyibak harapan dengan membawa Steven Gerrard cs jadi juara Liga Champions 2005 dan runner-up di ajang yang sama tahun 2007, prestasi Liverpool di bawah Benitez tak juga membaik.

Musim ini bisa dibilang adalah titik nadir prestasi Liverpool dengan terpuruk di posisi tujuh Liga Inggris, tersingkir di fase grup Liga Champions dan terlempar dari Piala Liga.

Sudah banyak suara yang mendesak Liverpool untuk memecat Benitez. Namun melihat kebiasaan The Reds yang sudah tidak pernah memecat manajer dalam 53 tahun, tampaknya kans untuk melihat ada suksesi di Anfield adalah menunggu Benitez mengundurkan diri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: