Posted by: printin9 | December 30, 2009

Siapa Juara EPL di Akhir Musim? Berikut Ulasan Ferguson

Chelsea sudah pasti menjadi pemuncak di akhir tahun 2009. Lalu, siapa yang bakal menjadi pemuncak di akhir musim? Sir Alex Ferguson punya jawabannya.

Chelsea memastikan posisi puncak di akhir tahun usai meraih kemenangan atas Fulham 2-1 pada hari Senin lalu. Kemenangan itu membuat poin 45 mereka tak mungkin dilalui Manchester United di akhir tahun ini. MU sendiri baru akan bertanding nanti malam, Rabu (30/12/2009), menghadapi Wigan Athletic.

Jika berhasil meraih kemenangan atas The Latics, MU yang baru mengumpulkan poin 40 baru akan berstatus “menempel ketat Chelsea”, namun itu sudah cukup untuk menjaga persaingan keduanya di paruh kedua musim. Hanya saja, baik Chelsea maupun MU tak boleh melupakan Arsenal.

Tim yang disebut terakhir itu belakangan menunjukkan bahwa prediksi di awal musim yang menyatakan bahwa mereka masih akan sulit bersaing dengan Chelsea dan MU tak sepenuhnya benar. Empat kemenangan dan satu hasil imbang dalam lima pekan terakhir membuat The Gunners menutup tahun 2009 dengan berada di trek perburuan titel juara.

Satu anggota Big Four lainnya, Liverpool, berjalan tertatih-tatih menuju akhir paruh pertama musim. Namun, The Reds berhasil bangkit di penghujung tahun dengan meraih dua kemenangan beruntun. Asal bisa menemukan konsistensinya lagi, Livepool diyakini bisa kembali duduk di posisi empat besar.

Masih ada pula Manchester City, Tottenham Hotspur dan Aston Villa. Pelatih baru City, Robarto Mancini menyatakan bahwa target menjadi juara Premier League musim ini masihlah sebuah hal yang realistis. Secara matematis, omongan Mancini bisa jadi benar. Tetapi soal pengalaman, nanti dulu.

Sir Alex mengatakan bahwa timnya bersama Chelsea dan Arsenal masih berada di urutan terdepan untuk urusan perburuan gelar juara ini. Tanpa bermaksud mengecilkan tim lain, tetapi manajer asal Skotlandia ini mengungkapkan bahwa pengalaman ketiga klub tersebut dalam meraih trofi juara Premier League bisa jadi penentu.

“Di sini terjadi banyak hasil di luar dugaan dan tampaknya ini akan menjadi perlombaan ketat. Pengalaman akan menjadi penentunya. Kami, bersama Chelsea dan Arsenal sudah punya pengalaman berlari,” ujarnya di situs resmi MU.

Selain pengalaman, ada satu hal lainnya yang dianggap Sir Alex akan menjadi penentu sebuah tim bakal menjadi juara atau tidak. “Tim yang bebas dari cedera juga akan memiliki keuntungan,” tukasnya.

Siapa di antara MU, Chelsea dan Arsenal memiliki sayarat yang kedua? MU masih menunggu barisan pertahanannya lengkap sehingga tak heran jika Sir Alex berharap beberapa beknya segera sembuh dari cedera sebelum Liga Champions dimulai lagi. Sementara Arsenal keropos di lini tengah dan depan dengan cederanya Cesc Fabregas, Denilson, Tomas Rosicky dan Robin van Persie.

Chelsea memang yang paling aman dari hantu cedera, tetapi beberpa pemain Afrika mereka akan pergi untuk memperkuat negara masing-masing di perhelatan Piala Afrika Januari depan. Sudah demikian, Carlo Ancelotti bersikukuh tak akan membeli pemain baru di Januari nanti. Alhasil The Blues pun hanya bisa mengandalkan rotasi dari pemain yang ada.

Jadi, sudah bisa menebak siapa yang bakal jadi juara di akhir musim?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: